Tampilkan postingan dengan label destinasi jogjakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label destinasi jogjakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Sogul_Jogja 
Tentukan level Pedas Sop dan Gule Ayam mu

 
Hujan sesiang membuat malam menjadi dingin, kepingin makan yang panas dan pedas-pedas (seminggu g makan yang pedas lidah berasa kelu). Cari-cari referensi di IG dan belum ketemu (padahal yah di IG semua ada 💚). Gara garanya sih lokasi yang di pengenin harus keluar Kota dulu 😁, alhasil teman ngajak ke Sogul_Jogja.

Sogul = Sop dan Gule Ayam, akan tetapi saat disodorkan buku pesan, ada tambahan menu "Rica-rica". Akhirnya Pesan rica-rica Ayam dengan 5 Cabai. (Mitos atau Fakta, setiap makan pedas, apabila ada menu lainnya yang panas maka Tingkat kepedasannya akan semakin HOT).

Pesan di sini
Sogul Jogja ini berada di depan persis Toko Busana Muslim "Karita" atau di Jln. C. Simanjuntak No 24 Terban Jam buka 17.00 Wib s.d. 22.00 Wib (jangan ditanya antrinya yah 💁). Warung makannya sangat sederhana, hanya ada beberpa meja yang di peruntukkan dua (2) orang dan meja panjang yang -+ bisa d isi oleh 8 orang.
 
Hanya sepetak ruang
Sebenarnya sudah terlalu sering melihat keramaian antrian dilokasi ini anak muda hilir mudik keluar masuk setiap kali mau mampir rasanya greget selalu kehabisan kursi (sebenarnya bisa sembari menunggu senggang melipir ke toko toko yang ada di sekitar lokasi). 
Awalnya ga kepikiran kalau disini adalah  surganya "Pedas" dengan menu perAyaman, secara yang sedang hits adalah perMi-an yang "Pedas" . Di sini yang membuat rindu adalah rasa dan pedasnya, secara dengan harga "mahasiswa"nya bisa menikmati olahan rumahan ini (Rindu Emak yang d jauh sana).


Ekstra cabai 5
Bumbu dan kuah gulenya itu melimpah, saat nasi sudah habis, daging dan kuahnya itu masih tersisa banyak, porsi nasinya sedikit (bagi saya 😁) sehingga saat itu saya pesan DUA nasi.

Rica-rica Daging

Saat itu menu yang kami pesan adalah rica rica daging (18.000) + Jeruk panas (3.000) + Nasi (2.500) Total (23.500) dan rica rica Balungan(13.000) + Teh panas (3.000) + Nasi (2.500) Total (18.500) murah meriah bukan??





Rica rica balungan

Bagi anak kos yang rindu masakan orang rumah atau yang memiliki pemasukan uang di satu tanggal, warung ini bisa menjadi solusi saat dimana dompet sudah kembang kempis menanti tanggal bahagia datang 💗💖.

Kamis, 23 November 2017

Pecel Lele Jejer BPK (Jl. HOS Cokroaminoto)

Suka lauk yang di goreng dengan sambal yang pedas???

Mampir saja ke Pecel Lele yang berada di Jejer BPK (Jl. HOS Cokroaminoto) atau depan showroom mobil Honda Tugu, atau persis lampu bangjo.


Sambalnya juara menurut saya, jadi kalau pengen yang hu-hah dan pengen yang meler meler biasanya sih ke sini. Untuk lauknya bisa request mau di goreng kering pake banget atau kering biasa si masnya bakal ngeladenin dengan senang hati "Pemebeli adalah Raja" 👻.

Menunya sih sama kayak pecel lele lainnya :
lauk       : Tahu dan tempe, Ayam, Lele, Bebek dan soto lamongan,
nasi       : Nasi biasa dan nasi uduk, 
minum  : hanya seputar teh dan jeruk (mau panas mau dingin ada) 😁.


yang bikin sering datang kesini selalu kebayang bayang dengan sambal dan ayam gorengnya yang digoreng kering pake banget dengan sambal hu-hahnya (tapi mas mas yang jualan juga masih muda dan cakep 😁, ini mah bonus kan yah). Perpaduan ayam goreng ini adalah nasi uduk, yang mana saat disajikan masih posisi panas. Sehingga perlu menunggu sedikit lebih dingin untuk bisa masuk kedalam mulut.


Warung Pecel lelenya lumayan rame, jam buka pukul 19.00wib kalau sudah sedikit lebih malam akan lebih ramai dan sedikit lebih antri, pelayanannya sih cepat, karena mas masnya sigap dan pelayannya banyak. 

Mau duduk atau lesehan bisa, untuk lesehan sih d selasar ruko-ruko yang hanya memuat 1 orang perbarisnya sedangkan parkirannya di halaman ruko-rukonya. Untuk mobil kalau sedang banyak yang datang sih biasanya parkir di pinggir/depan BPK.

Kamis, 20 Agustus 2015

Desert ala Parangtritis yang aduhai

Yeeeehaaaaaaa kali ini kita berada di dubai, dum dum dum dubai cuy dubai ... dubai yang terkenal dengan desertnya, tapi dengan pasir yang khas Indonesia punya, yups pasir hitam (eksotis kayak kulih saya :). Kalau di dubai namanya desert safari, main desertnya juga pake kendaraan (macam di foto ini). Aaah tenang saja ga kalah sensasi tanpa menggunakan mobil, back to naturel kan yak semboyan yang lagi nge-hits akhir-akhir ini.
Ini sih ala dubai nya ... saya comot dari internet http://www.cobone.com/en/deals/activities-dubai/ashok-tours-llc-safari-1-pers/34099
Naaah desert ala indonesia ini namanya "GUMUK PASIR" . Sebelas duabelas kali yah sama yang di dubai, sama-sama dari pasir hanya beda warna dan tempatnya :)
Gumuk pasir terletak di sepanjang muara sungai opak, pantai parangtritis, pantai parangkusumo dan pantai depok. Jadi kalau ada yang kesalah satu pantai tersebut bisa sekalian mampir ke Desert ala Parangtritis :), jadi biar kerasa udah main ke dubai (ahaiii).
Waktu saya ke dubai eeeh maksudnya ke gumuk pasir ini, saya lewat yang jalan paris (jalan parangtritis) menuju pantai parangtritis. Jalannya tinggal lurus-lurus aja, lokasi gumuk pasirnya lumayan jauh sih dari pintu masuk pantai parangtritis, tapi ada papan petunjuknya, jadi aman. 

Sewa alat sandboarding waktu itu 14 Mei 2015 Rp75.000/alat dapat lilin buat ngelicinin papannya. Alatnya dipinjamkan sampe kita puas pakainya, kalau mau sewa alatnya di rumah warga dekat Gumuk Pasirnya, parkirnya juga di rumah warga itu juga.
Gumuk pasir ini juga di gunakan untuk latihan manasih haji, tapi tidak pas di gumuk pasirnya, latihannya di hamparan pasir yang landai, dapat panasnya, dapat pasirnya dan dapat suasananya :)
Gaya saya ala main sandboarding (padahal keberatan lemak ^-^), tidak apa-apa yang penting eksis, tapi sejatinya susah sih menyeimbangkan lemak-lemak badan yang bergelantungan di seluruh badan. Sungguh susah, ga bisa bayangin kalau main skateboard diair, pastinya saya kelelep :(
 

 
 

Popular Posts