Kamis, 09 Mei 2013

Taman Sari Sore itu...

Jogja Jogja tetap istimewa 
Istimewa negerinya istimewa orangnya 
Jogja Jogja tetap istimewa
Jogja istimewa untuk Indonesia
#sepenggal lirik "Jogja Istimewa" dari Hip Hop Foundation

Ini pintu samping (sepertinya ruangan tiket)
Jogja itu selalu Istimewa...seperti saya yang selalu Istimewa memberikan sedikit virus kepada sobat untuk menghargai keistimewaan negara sendiri ^_^


"WELCOME TO TAMAN SARI NGAYOGYOKARTO"

Perjalanan ini kurang lebih kami lakukan pukul 16.15 WIB, pada dasarnya kami hanya ingin menikmati sunset di Taman sari ini, namun apadaya tak sesuai rencana :-(. Saya pikir sore hari di taman sari itu sepi, namun masih banyak juga masyarakat yang antusias berada didalam lingkungan Istana Air ini. 

Beberapa pengalaman baru yang saya dapatkan di Istana Air ini di waktu sore :
1. kala sore pelancong tak melewati pintu utama, melainkan menyusuri lorong dan melewati rumah-rumah penduduk. 
Ini lorongnnya
 2. kala sore tidak ada biaya retribusi, yang ada hanya biaya parkir saja, cukup membayar Rp. 2.000
Ini karcis parkirnya
3. kala sore petugas hanya memberikan waktu yang relatif sebentar, bisa di hitung dech yaa dengan berdatangnya magrib, ga mungkin juga pelancong masih ngeceng di Taman Sari malam-malam. 

4. Yang jelas kala sore pelancong tak mendapatkan keindahan Istana Air yang ada di dalam Taman Sari ini... :-)... pelancong hanya mendapatkan keindahan alam (rumah penduduk dan tekstur bangunan yang ada)... tapi ga kalah seri kok ^_^

#Ok lah ini virusnya Taman Sari

Ini katanya masjid zaman dulu
Salah satu peraturan yang melarang untuk menaiki bangunan ga boleh manjat manjat
Istimewa kan??? #multiguna Taman Sarinya

Semua Pojokan bangunan itu memiliki artistik tersendiri untuk di abadikan
Saingan dengan peradaban moderen, namun bangunan putih itu tetap seksi
Bayangkan pada zaman dulu hanya terdapat bangunan putih yang seksi ini..Indahnya
Kampung Cyber...







 

Senin, 01 April 2013

Kraton Candi Ratu Boko

Ga bisa bayangkan apabila memiliki Kraton (singgasana) yang berada di tengah-tengah perbukitan dengan pemandangan yang luar biasa sempurna, itu hanya ada di "Kraton Candi Ratu Boko". 
"Welcome to Kraton Candi Ratu Boko"
Kekanan adalah jalan menuju "Kraton Candi Ratu Boko"
Jangan ditanya ini siapa ^_^
Kraton Candi Ratu Boko hanyalah sebuah istana/tempat tinggal/bertapa yang dilakukan pada masa Rakai Panangkaran salah satu wangsa Syailendra. Tidak terdapat bangunan megah yang mencolok seperti yang ada di candi Prambanan dan Borobudur. 
Kalau boleh saya membandingkan Kraton Candi Ratu Boko lebih asri dan bersih, dibandingkan tempat wisata lainnya, sekeliling candi terdapat rumput yang tidak terlalu tinggi sehingga menambah kesan sejuk dan sepanjang jalan menuju candi terdapat trotoar yang terbuat dari batu.

Tangga menuju candi
ada gazebonya juga tempat bernaung saat hujan maupun panas terik
Lihat hijau dan berbatu kan trotoarnya
tangga pertama sebelum memasuki pintu gerbang dengan 3 pintu
Di candi ini hanya terdapat bangunan seperti gapura pada masanya yang terdiri dari 3 pintu gerbang dan 5 pintu gerbang yang saling berdekatan, membujur dari utara ke selatan.
3 pintu gerbang utama
3 pintu gerbang utama
5 pintu gerbang kedua
Kedua pintu gerbang ini akan membawa kita pada sebuah alun-alun (padang rumput pada saat sekarang) yang sangat luas, namun sekeliling candi terpampang bebatuan yang menjadi pembatas antara pelataran halaman luar dan dalam istana.







Untuk menuju ke Kraton Candi Ratu Boko, sobat dapat menggunakan motor atau mobil pribadi dan rutenya : 
-. Yogyakarta melalui jalan raya Yogyakarta-Solo, kurang lebih pada Km 17 atau pertigaan Prambanan berbelok ke kanan sejauh + 3 Km. 
-. Jalan wonosari sampai ketemu pertigaan menuju ke solo ambil kiri dan akan sobat temui papan arah yang menunjukkan candi boko (kanan jalan)
Adapun retribusi untuk menikmati keindahan candi ini, cukup membayar Rp. 25000 (sudah dapat soft drink gratis, kain "pinjaman" yang dililitkan di pinggang sampai lutut dan payung gratis saat hujan (entah kalau musim panas gratis apa tidak)). Jangan lupa jam kunjung ke candi ini mulai pukul 08.00-18.00 WIB

Terpampang jam buka untuk ke candi
Itu dia soft drink gratisnya
dan ini kain "pinjaman" yang dipakai dengan melilitkan di pinggang
Ini payungnya pinjaman saat hujan

#lanjut saja lihat view "Kraton Ratu Bokonya yaa

satu - satunya warung yang ada didalam Candi Kraton



Bingung dengan maksud lobang itu
Ini dia sumurnya
dan ini kami yang menikmati keindahan Candi Kraton


Sebelum pulang kembalikan kain "pinjaman" tadi ya

Sabtu, 23 Februari 2013

Gong Xi Pacai 2013

Dalam rangka memperingati tahun baru bagi keturunan Tionghoa dan peresmian gapura "Kampoeng Ketandan" maka diadakan pesta rakyat (karnaval) di Jl. Malioboro Yogyakarta. Karnaval ini dilaksanakan di akhir hari ke 15 tahun baru, peringatan Cap Go Meh. Sepanjang Gank Kampoeng Ketandan masyarakat setempat membuat stand-stand makanan khas Tionghoa, dengan berbagai rasa.
Pesta rakyat ini berlangsung selama 4 hari, dan di akhir acara diadakan karnaval Barongsai, turut memeriahkan para TNI, AAU dan Perkumpulan masyarakat Tionghoa sekitar Yogyakarta.
Acara di mulai -+ pukul 19.00 WIB, dengan menampilkan banyak atraksi Naga dari berbagai penjuru dan Barongsai, di akhir acara ada persembahan Drum band dari angkatan AAU.
Welcome To Kampoeng Ketandan
Kampoeng Ketandan ini berada persis di sebelah Ramayana mall
Jalan Raya Malioboro berubah menjadi lautan manusia Anak-anak, Tua, Muda, Wanita dan laki-laki
Prajurit Mataraman menjadi pengawal utama dalam acara Karnaval ini
Dilanjut oleh Mobil pengangkut gunungan kue keranjang
Ini dia gunungan Kue Keranjangnya, warna warni ya... Jumlahnya sekitar 6.666
 #Atraksi Naga dan Barongsai (barongsainya tak terabadikan)
berhubung kamera tak bersahabat hanya beberapa naga dan barongsai yang terabadikan dan itu tak semua hasilnya memuaskan :-(
Atraksi Naga dimulai
Atraksi Naga
 

Naga terbesar dari sekian banyak Naga yang hadir
 #Sio Ular mengawali tahun baru Imlek ini
Tahun Ular 2013 "Semoga menjadi tahun penuh berkah"

Popular Posts